Kembali

Temu Alumni UT Surabaya: Menghubungkan Kompetensi, Gagasan, dan Dampak bagi Masyarakat

by admin - 13 September 2026, view : 6
Card image

 

Surabaya, 13 September 2026 — Universitas Terbuka (UT) Surabaya menyelenggarakan Temu Alumni dan Peresmian Pojok Hijau IKA UT pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–12.00 WIB ini mengangkat tema “Membuka Potensi Alumni: Menghubungkan Kompetensi, Gagasan & Dampak”.

Talkshow dipandu oleh Dr. Milawati, S.Pd., M.Pd. dengan menghadirkan empat narasumber, yaitu Ir. Welin Kusuma, S.T., Ustadz Dr. Ahmad Arqom, Hadi Wardoyo, S.T., S.H., M.H., M.M., serta Dr. Drs. Sukarni Setiyono, S.Pd., S.H., M.M.

Pendidikan sebagai Awal untuk Mengembangkan Potensi

Dalam sesi talkshow, Ustadz Dr. Ahmad Arqom menyampaikan bahwa pengalaman belajar di Universitas Terbuka memberikan pemahaman bahwa mimpi dapat diperjuangkan dan diwujudkan melalui proses pendidikan. Menurutnya, terdapat tiga hal utama yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UT, yaitu motivasi untuk terus berkembang, kepercayaan diri dalam mengembangkan diri dan berkontribusi, serta kompetensi yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan masyarakat.

Sementara itu, Ir. Welin Kusuma, S.T. membagikan perjalanan pendidikannya di UT yang telah dimulai sejak 2002. Ia tercatat sebagai alumni dari sembilan program studi di UT Surabaya dan pernah memperoleh rekor MURI sebagai pengambil SKS terbanyak, yakni 11 SKS dari lima jurusan dalam satu semester. Saat ini, ia masih melanjutkan pendidikan pada Program Studi Teknologi Pendidikan UT Surabaya.

Dalam pemaparannya, Welin juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi sebagai bukti formal atas kemampuan yang dimiliki. Alumni juga didorong untuk membangun personal branding serta konsisten meningkatkan kapasitas diri sehingga kompetensi yang dimiliki tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Dari Kompetensi Menjadi Karya Nyata

Narasumber berikutnya, Hadi Wardoyo, S.T., S.H., M.H., M.M., merupakan alumni Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) UT Surabaya. Saat ini, ia berkiprah sebagai Direktur Utama PT Cipta Anugerah Indotama (CAI), komisaris, managing partner, serta CEO pada sejumlah perusahaan di bidang kontraktor.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana kompetensi yang diperoleh alumni dapat dikembangkan menjadi karya nyata. PT Cipta Anugerah Indotama turut berkontribusi dalam pembangunan gedung UT di Mataram, Tarakan, dan Samarinda. Selain itu, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi pondasi yang ditujukan memiliki ketahanan terhadap gempa dan telah melalui pengujian pada bangunan di Aceh dan Padang. Teknologi tersebut juga telah diterapkan pada berbagai bangunan, termasuk sekolah dan masjid di sejumlah daerah.

Pendidikan, Pemberdayaan, dan Dampak bagi Masyarakat

Dr. Drs. Sukarni Setiyono, S.Pd., S.H., M.M. turut membagikan perjalanan panjangnya dalam bidang pendidikan. Sebagai salah satu lulusan awal di daerahnya, ia menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Pendidikan (FKIP) pada tahun 1990. Perjalanan pengabdiannya dimulai dengan memberikan pendidikan dan pengajaran secara gratis kepada anak-anak jalanan.

Dari kegiatan tersebut kemudian berkembang sebuah yayasan yang menaungi jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, serta satu pondok pesantren. Dalam perkembangannya, yayasan tersebut juga memiliki dua kampus Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) dengan jumlah mahasiswa secara keseluruhan sekitar 1.800 mahasiswa.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi titik awal untuk membangun gagasan, mengembangkan lembaga, sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.

Mendorong Kolaborasi Antarsesama Alumni

Sesi tanya jawab turut memperkuat semangat kolaborasi dalam komunitas alumni UT. Salah satu peserta dari Sidoarjo, Ibu Endang, mengusulkan adanya kolaborasi antarnarasumber dan alumni UT untuk membantu masyarakat, khususnya putra-putri bangsa yang membutuhkan akses pendidikan serta dukungan pengembangan diri.

Menanggapi hal tersebut, para narasumber menyampaikan komitmen untuk terus memberdayakan masyarakat melalui kegiatan mengajar dan berbagi ilmu pengetahuan. Selain itu, terdapat kesiapan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas sosial, termasuk pembangunan masjid. Kolaborasi dinilai membutuhkan jaringan dan koneksi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, sehingga gagasan yang dimiliki alumni dapat dikembangkan menjadi proyek yang memberikan manfaat nyata.

Menghubungkan Kompetensi, Gagasan, dan Dampak

Temu Alumni UT Surabaya menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarsesama alumni. Dari diskusi yang berlangsung, terdapat tiga gagasan utama yang menjadi benang merah kegiatan, yaitu kompetensi melahirkan kemampuan untuk menghasilkan karya dan kontribusi nyata, gagasan melahirkan inovasi sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat, serta kolaborasi alumni yang dapat memperluas manfaat dan menciptakan dampak yang lebih besar.

Melalui kegiatan ini, alumni UT diharapkan tidak hanya terus mengembangkan kapasitas diri, tetapi juga mampu berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan kompetensi, gagasan, dan dampak agar potensi alumni Universitas Terbuka terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Dilihat : 6 kali

Share this article