Loading…
  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
<<< Selamat Datang di Website UPBJJ-UT Surabaya, Kampus C Unair Jl. Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. 031 - 5961861, 5961862, Faks. 031 - 5961860; SMS Center. 0895-6170-34951 E-mail: ut-surabaya@ecampus.ut.ac.id Media Sosial : https://www.facebook.com/ut.surabaya ---- https://twitter.com/ut_sby ---->>>>


Tingkatkan Soliditas Kemitraan,

UPBJJ-UT Surabaya Gelar Workshop Pengurus Pokjar

 

Upaya membangun jalinan kemitraan yang solid kembali digelar oleh UPBJJ-UT Surabaya dengan kemasan bertitel “Workshop Pengurus Pokjar UPBJJ-UT Surabaya”. Kegiatan ini mengawali rangkaian kegiatan Pengurus Pokjar  yang lainnya, yangakan dilaksanakan pada setiap semester. Workshop Pengurus Pokjar kali ini juga merupakan langkah awal membangun komitmen Pengurus Pokjar Skema Baru (PPSB) yang terbentuk pada masa registrasi 2017.1. Kegiatan workshop atau rapat koordinasi pengurus pokjar direncanakan menjadi agenda  tahunan yang akan diselenggarakan oleh UPBJJ-UT Surabaya.

ppsb-1

Bertempat di ruang Airlangga Hotel Inna Simpang, agenda  Workshop Pengurus Pokjar dilaksanakan selama dua hari tanggal 20—21 Mei 2017. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala UPBJJ-UT Surabaya, Teguh Prakoso, S,Pd., M.Hum pada pukul 15.00 dilanjutkan dengan sajian materi tentang informasi baru terkait dengan PPSB. Dalam kata sambutannya, Kepala UPBJJ-UT Surabaya menyampaikan tentang kesungguhan  UT dalam upaya peningkatan layanan kepada mahasiswa melalui pengembangan pola PPSB dengan segala hak dan kewajiban yang melekat padanya. Sebagaimana pula yang disampaikan oleh Bapak Teguh Prakoso dalam presentasinya, bahwa Pengurus Pokjar memiliki kewajiban diantaranya membantu UT dalam memberikan layanan bantuan belajar kepada mahasiswa, membangun komunikasi, interaksi, dan kerjasama baik dengan UPBJJ-UT, serta membangun citra positif UT di kalangan masyarakat. Disampaikan pula hak-hak Pengurus Pokjar antara lain tentang jasa layanan, biaya perjalanan, hak mengikuti raker, hak menggunakan atribut pengurus pokjar dan sebagainya.

Setelah jeda untuk istirahat, solat maghrib, dan makan malam, acara workshop dilanjutkan dengan sesi sajian materi tentang agenda kegiatan pengurus pokjar oleh Dr. Moh. Imam Farisi, M.Pd. Pada sesi terakhir hari pertama, disampaikan materi tentang  informasi layanan baru program Pendas yakni layanan SIPAS Non-TTM oleh Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd.

Pada sesi terakhir acara hari pertama, pembawa acara Drs. Dwi Sambada, M.Pd membuka kesempatan peserta workshop untuk menyampaikan pertanyaan, kontribusi pemikiran, serta berbagi pengalaman terkait permasalahan pengelolaan Pokjar di wilayah masing-masing. Berbagai persoalan di lapangan dan pertanyaan yang disampaikan oleh peserta workshop dapat dijelaskan dan diberikan solusi pemecahan oleh pimpinan UPBJJ-UT Surabaya. 

Pada hari kedua, peserta workshop melakukan kerja mandiri menyusun agenda kegiatan Pokjar selama satu semester. Melalui kegiatan ini, peserta workshop membuat perencanaan kegiatan pengurus pokjar yang akan dilaksanakan selama satu semester sekaligus menentukan waktu pelaksanaannya serta penyusunan laporan kegiatannya. Kegiatan ini dirancang untuk mengajak peserta workshop menata seluruh kegiatan pengelolaan kelompok belajar ke dalam perencanaan secara sistematis sehingga pelaksanaan seluruh kegiatan Pengurus Pokjar sesuai dengan prosedur pada seluruh proses yang ada di UT. Dengan demikian, diharapkan kegiatan Workshop Pengurus Pokjar ini dapat menjadi wahana penyiapan sekaligus penyamaan persepsi antar pengurus Pokjar dan UPBJJ-UT Surabaya dalam memberikan layanan yang terstandar kepada mahasiswa UT. 

ppsb-2

Acara Workshop Pengurus Pokjar ditutup di hari kedua setelah sesi penyerahan berkas penendatangan MoU serta  perangkat PPSB kepada Pengurus Pokjar. Penutupan secara resmi dilakukan oleh Kepala UPBJJ-UT pada pukul 11.00. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, teriring harapan semoga Workshop Pengurus Pokjar ini membawa manfaat dalam peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa.

Kontributor: Barokah W.

Gelar AKSI Terbuka di Ponpes Tebuireng:

Upaya UT untuk Lebih Mendekatkan Diri ke Masyarakat Lingkungan Pesantren

 

Sesuai dengan agenda kerja Kantor Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka (UT), yang mencanangkan kegiatan sosialisasi dan promosi (sosprom) dalam acara bertajuk UT Goes to Pesantren, maka pada hari Kamis, 11 Mei 2017, UPBJJ-UT Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosprom tersebut di Pondok Pesantren Tebuireng (Ponpes Tebuireng) Jombang. Untuk lebih mencitrakan kolaborasi antara UPBJJ-UT dengan penyelenggara, nama kegiatan yang dipilih adalah Anugerah Kreativitas Santri Indonesia-Universitas Terbuka (selanjutnya disingkat AKSI Terbuka). Kegiatan yang diselenggarakan dengan dukungan penuh Ponpes Tebuireng tersebut, meliputi 2 agenda kegiatan, yakni lomba/festival yang diselenggarakan pada hari Kamis, 11 Mei 2017 pukul 08.00-17.00 WIB dan puncak acara AKSI Terbuka yang diselenggarakan pada hari yang sama mulai pukul 20.00 WIB dengan menghadirkan grup musik Letto. Lomba/Festifal, terdiri atas  3 kegiatan kreatif yaitu (1) Seni Hadrah Kreatif, (2) Seni Kaligrafi, dan (3) Stand Up Komedi Religi. Para peserta yang mengikuti kegiatan adalah para siswa SLTA/MA/SMA se-wilayah Jombang dan kurang lebih 1000 siswa hadir saat malam penganugerahan lomba dengan memegang cindera mata kipas I Love UT. Puncak acara juga ditanyangkan secara live melalui BIOS TV, sebuah televisi swasta di Jawa Timur (Jatim), yang jangkauan tayangannya menjangkau hampir seluruh wilayah Provinsi Jatim.

Ponpes Tebuireng itu sendiri didirikan oleh Hadrotus Syech K.H. M. Hasyim Asy’ari (lahir 10 April 1875   dan wafat  25 Juli 1947) pada tahun 1899 (zaman kolonial Belanda) setelah beliau pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai ponpes terkemuka di tanah Mekkah. Tujuannya adalah mendirikan ponpes sebagai pusat pendidikan dan sekaligus dakwah Islam.

Tebuireng awalnya adalah sebuah nama sebuah dusun kecil yang masuk wilayah Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sekitar 8 kilometer di selatan kota Jombang, tepat berada di tepi jalan raya Jombang – Kediri. Menurut cerita masyarakat setempat, nama Tebuireng berasal dari “kebo ireng” (kerbau hitam). Versi lain menuturkan bahwa nama Tebuireng diambil dari nama punggawa Kerajaan Majapahit yang masuk Islam dan kemudian tinggal di sekitar dusun tersebut. Dusun Tebuireng sempat dikenal sebagai sarang perjudian, perampokan, pencurian, pelacuran dan perilaku negatif lainnya. Namun, sejak kedatangan K.H. Hasyim Asy’ari dan santri-santrinya, secara bertahap pola kehidupan masyarakat dusun tersebut berubah semakin baik dan perilaku negatif masyarakat di Tebuireng pun terkikis habis. Awal mula kegiatan dakwah K.H. Hasyim Asy’ari dipusatkan di sebuah bangunan yang terdiri dari dua buah ruangan kecil dari anyam-anyaman bambu (Jawa: gedek), bekas sebuah warung yang luasnya kurang lebih 6 x 8 meter, yang dibelinya dari seorang dalang. Satu ruang digunakan untuk kegiatan pengajian, sementara yang lain sebagai tempat tinggal bersama istrinya, Nyai Khodijah. Sampai sekarang bangunan tersebut masih teraway sebagai saksi sejarah dan berada di dalam komplek Ponpes Tebuireng.

UT, dalam hal ini UPBJJ-UT Surabaya sebagai salah satu penyelenggara kegiatan AKSI Terbuka, juga menampilkan booth Universitas Terbuka, Talk Show secara live melalui BIOS TV, dan juga Dialog Interaktif melalui Radio Suara Pendidikan Dinas Pendidikan Jombang yang menghadirkan PR IV UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. Semua rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengenalkan sistem belajar jarak jauh, serta latar belakang dan tujuan penyelenggaraan kegiatan UT Goes to Pesantren. Melalui rangkaian acara ini harapannya jelas bahwa tujuan penyelenggaraan AKSI Terbuka adalah untuk (1) melestarikan seni budaya bangsa; (2) menjadi ajang pencarian bakat santri; (3) meningkatkan kepedulian generasi muda akan seni sebagai asset budaya bangsa; (4) meningkatkan Ukuwah Islamiyah antar-ponpes di Kabupaten Jombang; (5) membangun kolaborasi antara UT dengan pondok pesantren dalam menyediakan layanan pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat, khususnya masyarakat umum/siswa/santri pesantren; (6) memperkenalkan atau mempromosikan, serta memberikan pemahaman yang komprehensif dan akurat  tentang keberadaan UT sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) kepada publik luas; (7) menjadikan UT sebagai institusi pilihan dalam peningkatan pendidikan tinggi; dan (8) meningkatkan angka partisipasi mahasiswa baru UT secara berkelanjutan.

Sebagai wujud terima kasih atas kesediaan Ponpes mengizinkan UT menyelenggarakan AKSI Terbuka, Rektor UT, Prof. Ir Tian Belawati, M. Ed., Ph.D, yang langsung menyempatkan diri hadir pada acara tersebut untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Tebuireng, dan sekaligus Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Dr. (HC). Ir. Salahudin Wahid, yang akrab dipanggil Gus Sholah. Dalam forum tersebut turut hadir pula Wakil Pimpinan Ponpes, K. H. Abdul Hakim Mahfud (Gus Kinkin), PR IV UT Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., dan Kepala UPBJJ-UT Surabaya, Teguh Prakoso, S. Pd., M. Hum., serta pimpinan ponpes lainnya. Pada kesempatan silaturahmi tersebut, Rektor UT selain memperkenalkan tentang UT dan sistem pembelajaran jarak jauh, juga menyampaikan kepada Gus Sholah terkait kemungkinan mahasiswa Unhasy untuk mengambil beberapa matakuliah di UT, yang karena ketaktersediaan tenaga dosen tidak bisa diselenggarakan sendiri oleh Universitas. Hasil atau nilai matakuliah yang telah mereka peroleh di UT bisa langsung diakui dan dimasukkan ke dalam Transkrip mahasiswa. Hal ini, menurut Rektor UT telah diakui oleh Kemenristekdikti dan telah dipraktikkan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Baik Gus Sholah maupun Rektor UT, keduanya bersepakat bahwa seluruh masyarakat harus mampu memanfaatkan kesempatan dan peluang menempuh pendidikan setinggi mungkin sesuai dengan cita-cita dan potensi yang ada. Jika memang kesibukan sehari-hari ternyata menguras banyak waktu, tenaga, dan pikiran, maka UT adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menempuh pendidikan tinggi negeri yang menggunakan pola belajar terbuka dan jarak jauh. Secara khusus, Gus Sholah mengapresiasi model layanan belajar jarak jauh UT sehingga mampu menampung  mahasiswa dalam jumlah yang sangat besar. Ke depan, kolaborasi antara UT dengan Universitas Hasyim Ashari yang langsung dikelola oleh Ponpes Tebuireng dapat dirintis dalam bentuk kerja sama, misalnya pemanfaatan sumber daya manusia dan penggunaan sarana laboratorium.

Dalam sambutannya pada saat puncak acara AKSI Terbuka, Rektor UT menjelaskan mengapa UT hadir dan menyapa masyarakat di sekitar Ponpes. Menurut Prof. Ir. Tian Belawati, M. Ed., Ph.D., kehadiran UT di Pondok pesantren untuk menggenapi kekuatan dan kiprah pendidikan anak bangsa. Bukan bersaing dengan perguruan tinggi yang dimiliki pesantren untuk memperoleh mahasiswa. Dari sisi jumlah, 300 ribu sangat cukup untuk membuat UT jungkir balik melayani mereka. UT berkewajiban untuk terus memperkenalkan dirinya kepada segenap lapisan masyarakat, termasuk pesantren, bahwa negara ini memiliki PTN dengan sistem yang sangat khas dan fleksibel. Bahkan dalam prinsip belajar yang sangat menekankan pada kemandirian sangat mirip dengan kultur belajar di pesantren yang mandiri dan disiplin, serta tahan banting.

Mudah-mudahan UT mampu terus menjangkau potensi masyakarat yang selama ini belum terjangkau untuk akses di perguruan tinggi, baik karena kesibukan, usia, ekonomi, letak geografis, pekerjaan, maupun faktor keterbatasan lainnya. Bravo UT.

Kontributor : Teguh Prakoso & Abd. Faqih

 

 

MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2017

"Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi"


Hari ini, tanggal 2 Mei 2017, seluruh pegawai UPBJJ-UT Surabaya kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang dipimpin oleh Bapak Teguh Prakoso, M.Hum. selaku Kepala UPBJJ-UT Surabaya di halaman kantor UPBJJ-UT Surabaya dengan tertib dan khidmat.

Upacara HARDIKNAS kali ini bertemakan “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi“. Sambutan Prof. Mohammad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah dibacakan oleh Kepala UPBJJ-UT Surabaya kepada seluruh peserta upacara bahwa “sekarang ini tibalah saatnya perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi agar lebih memperhatikan dampak dari aktivitas nya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai agent of economic development disamping agent of education dan agent of research and development”.

PicsArt 05-02-01.36.55

Selain itu, Menristek juga menyampaikan bahwa “dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri”.

Setelah membacakan sambutan Menristekdikti, Kepala UPBJJ-UT Surabaya juga menyampaikan bahwa seluruh pegawai UPBJJ-UT Surabaya harus terus meningkatkan kinerja dengan sangat baik dan ikhlas dalam menjalaninya. 

Upacara yang dikomandani oleh Bapak Setijo Budiarso dimulai tepat Pada pukul 07.00 WIB dan berakhir Pukul 08.00 WIB. setelah acara inti terselesaikan dengan tertib, seluruh pegawai UPBJJ-UT Surabaya menikmati sarapan soto bersama.


Teks lengkap pidato Menristekdikti 2017:

http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2017/04/SAMBUTAN-HARDIKNAS-2017.pdf


 

BANTUAN SOSIAL TANAH LONGSOR DI BANARAN-PONOROGO

 

Tanggal  9 April 2017 Tim UPBJJ-UT dan Ikatan Alumni UT Surabaya menempuh perjalanan kurang lebih 222 km untuk melakukan kegiatan bakti sosial bagi korban bencana tanah longsor di desa Banaran, kecamatan Banaran, Ponorogo. Turut bergabung bersama Tim adalah teman-teman dari Pengurus Pokjar “Mitra Caraka” Ponorogo di bawah pimpinan Bapak Drs. Bambang Supriyadi, M.Pd.

Namun demikian, demi keselamatan bersama, Tim tidak diperbolehkan mendekati lokasi bencana, karena pada saat itu sedang terjadi longsor susulan yang lebih dahsyat dibandingkan yang pertama. Tim membawa sejumlah bantuan berupa bahan makanan pokok, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan sholat, alat tulis, buku bergambar untuk PAUD, makanan ringan dan lain-lain, akhirnya diterima oleh Ibu Dyah Fitria, petugas dari Dinas Sosial Kab. Ponorogo di posko bencana, dan atas nama masyarakat Ponorogo, beliau mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dan bantuan Universitas Terbuka.

bansos01

Tampaknya tidak hanya Tim dari UPBJJ-UT Surabaya yang hadir di sana, masyarakat/lembaga pemerintah/Swasta dari berbagai wilayahpun berdatangan untuk menunjukkan rasa solidaritasnya kepada saudara kita yang sedang mendapatkan ujian berat. Para relawan bencana berkumpul, membantu petugas dinas sosial menerima bantuan sosial dan membantu petugas keamanan mengatur lancarnya lalu lintas di sekitar posko.

bansos02

Setelah beristirahat secukupnya di lokasi Posko, Tim kembali ke Surabaya dengan senang dan rasa syukur karena telah bisa berbagi dengan sesama yang sedang menghadapi ujian dari Allah. Semoga ujian ini cepat berakhir dan masyarakat desa Banaran, kecamatan Banaran, Ponorogo bisa menikmati kembali kehidupannya yang lebih baik. Semoga. 

Kontributor; Titik & Agus P.

 

Silaturahmi Pimpinan Universitas Terbuka UPBJJ-Surabaya

dengan Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

 

Dalam rangka lebih mempererat tali silaturahmi dan mengenalkan lebih dekat program pembalajaran Universitas Terbuka (UT) di Provinsi Jawa Timur, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh UT Surabaya (UPBJJ-UT Surabaya) mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Selain tujuan tersebut, silaturahmi ini dilakukan dalam rangka memohon doa restu terkait penyelenggaraan kegiatan pengenalan UT dengan tajuk UT Goes to Pesantren. Acara ini dikemas dengan judul Anugerah Kreativitas Santri Indonesia (Aksi Terbuka) dan dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Kegiatan Aksi Terbuka tersebut berbentuk Lomba/Festifal, yang di dalamnya ada 3 kegiatan kreatif yaitu (1) Seni Hadrah Kreatif, (2) Seni Kaligrafi, dan (3) Stand Up Religi.   Di samping itu juga ada Kegiatan pameran/ Open Boot Universitas Terbuka pada beberapa   stand UT, yang memungkinkan peserta mendapatkan penjelasan langsung dari para petugas khusus UT dan/atau para mahasiswa UT terpilih. Pada puncak acara yang berlangsung pukul 20.00 WIB, pengunjung juga akan dihibur oleh grup musik religi Islam dari Ibukota.

Pada pertemuan Minggu, 2 April 2017, yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, Kepala UPBJJ-UT Surabaya, Teguh Prakoso yang didampingi Tim Sosprom, Abdul Faqih dan Soeharmadji, serta Tim Bios TV selaku event organizer langsung disambut oleh K.H. Salahudin Wahid (Gus Sholah) dan Pimpinan Pesantren lainnya, di antaranya K.H. Kikin Abdul Hakim yang juga sedang menimba ilmu di UT (Prodi S1 Ilmu Komunikasi). Dalam diskusi selama 40 menit tersebut Gus Sholah mengijinkan penyelenggaraan kegiatan Aksi Terbuka di Pondok Pesantren Tebuireng.

 

Bagi UT, Ponpes Tebuireng adalah ponpes yang memiliki arti sangat penting dalam sejarah perkembangan bangsa Indonesia sejak sebelum Indonesia merdeka sampai saat ini. Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari pada tahun 1899 M. Pesantren ini didirikan setelah ia pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren terkemuka dan di tanah Mekkah, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.

Tebuireng dahulunya merupakan nama dari sebuah dusun kecil yang masuk wilayah Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Letaknya delapan kilometer di selatan kota Jombang, tepat berada di tepi jalan raya Jombang – Kediri. Menurut cerita masyarakat setempat, nama Tebuireng berasal dari “kebo ireng” (kerbau hitam). Versi lain menuturkan bahwa nama Tebuireng diambil dari nama punggawa kerajaan Majapahit yang masuk Islam dan kemudian tinggal di sekitar dusun tersebut. Dusun Tebuireng sempat dikenal sebagai sarang perjudian, perampokan, pencurian, pelacuran dan perilaku negatif lainnya. Namun sejak kedatangan K.H. Hasyim Asy’ari dan santri-santrinya, secara bertahap pola kehidupan masyarakat dusun tersebut berubah semakin baik dan perilaku negatif masyarakat di Tebuireng pun terkikis habis. Awal mula kegiatan dakwah K.H. Hasyim Asy’ari dipusatkan di sebuah bangunan yang terdiri dari dua buah ruangan kecil dari anyam-anyaman bambu (Jawa: gedek), bekas sebuah warung yang luasnya kurang lebih 6 x 8 meter, yang dibelinya dari seorang dalang. Satu ruang digunakan untuk kegiatan pengajian, sementara yang lain sebagai tempat tinggal bersama istrinya, Nyai Khodijah*.

Kontributor : Drs. Soeharmadji

 

Bacaan rujukan:

*)https://id.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pesantren_Tebuireng

530 Mahasiswa Baru Prodi S-1 PGSD dan S-1 PGPAUD Ikuti OSMB di UPBJJ-UT Surabaya

 

Universitas Terbuka UPBJJ Surabaya pada masa registrasi 2016/2017.2 menerima mahasiswa baru dari Program Studi Pendidikan Dasar sebanyak 530 orang mahasiswa yang terdiri dari: (1) S-1 PGSD (BI) = 269 orang; (2) S-1 PGPAUD (BI) = 90 orang; (3) S-1 PGSD (AKPMM) = 56 orang dan (4) S-1 PGPAUD (AKPMM) = 115 orang. Mahasiswa baru tersebut dari 10 kota/kabupaten di Jawa Timur, yaitu: Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

osmb-pendas1 

OSMB Program Pendidikan Dasar diselenggarakan pada Hari Minggu, tanggal 26 Maret 2017 di Gedung Airlangga Convention Center dari pukul 08.15 sampai pukul 16.00.Pada pukul 08.40 Kepala UPBJJ-UT Surabaya Bapak Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum membuka acara OSMB secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan Penyematan Jaket Almamater kepada 2 orang mahasiswa mewakili mahasiswa baru yaitu dari Kabupaten Madiun dan Kota Surabaya. Pada kata sambutannya Bapak Teguh menegaskan bahwa OSMB merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru karena melalui OSMB mahasiswa baru akan mengenal proses belajar jarak jauh, operasional UT sebagai PTJJ, lingkungan di UPBJJ-UT dan UT Pusat. Selain itu Kepala UPBJJ-UT Surabaya juga menuturkan bahwa selama ini di kalangan masyarakat masih ada yang menganggap bahwa belajar di UT itu lulusnya sulit dan IPK nya kecil. Ternyata anggapan tersebut tidak benar buktinya banyak lulusan yang mencapai IPK lebih dari 3,5 dengan predikat pujian bahkan UPI yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2017 kemarin ada yang IPK nya 4,00 yaitu dari S-1 PGPAUD Kecamatan Waru Sidoarjo.

osmb-pendas2

Setelah acara tanya jawab dengan Kepala UPBJJ-UT Surabaya acara dilanjutkan dengan materi Belajar Cerdas dalam SBJJ di UT yang disampaikan oleh Sdri. Eni Krisyanti, S.Pd. alumni S-1 PGPAUD dari Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto yang lulus pada bulan Mei 2016 dengan nilai IPK sebesar 3,97 (lulus dengan pujian). Sdri Eni Krisyanti menuturkan bahwa  kunci keberhasilan studi di UT adalah rajin membaca modul dan rajin hadir dalam tutorial tatap muka, serta mengetahui kalender akademik sehingga bisa lulus tepat waktu. Materi berikutnya yang disampaikan oleh narasumber adalah: Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar (oleh Koordinator BBLBA, Bapak Dr. Moh.Imam Farisi, M.Pd.); Sistem Registrasi dan Ujian (oleh Ibu Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd.); Kegiatan Kemahasiswaaan (oleh Ibu Dr. Tri Dyah Prastiti, M.Pd), serta  Tutorial Online dan Sistem Ujian Online, Toko Buku Online (oleh Sdr. Dwianto Asmara, S.Kom.)

osmb-pendas3

Setelah sajian materi dari narasumber dilanjutkan dengan pembentukan kelompok belajar mahasiswa yang dipandu oleh Dosen UT Surabaya sebagai fasilitator, membahas tentang: rencana studi dan kegiatan kemahasiswaan serta TTM Wajib dan TTM ATPEM, juga dibentuk pengurus kelas dan kelompok belajar mandiri yang didukung aplikasi WhatsApp.

Pada pukul 15.30 acara OSMB ditutup secara resmi oleh Kepala UPBJJ-UT Surabaya, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat. Dari 530 orang mahasiswa baru yang hadir dalam OSMB adalah 469 orang, yang tidak hadir dalam OSMB adalah 61 orang. Sertifikat diberikan hanya kepada peserta yang hadir dalam OSMB.

Kontributor: Dwi Iriyani.

UT KEMBALI WISUDA 1780 MAHASISWA

PADA UPACARA PENYERAHAN IJAZAH (UPI) DI UPBJJ-UT SURABAYA

22-23 Maret 2017

Kontributor : Drs. Abd. Faqih, M. Pd.

       Pada Masa Registrasi 2016/2017.2 (2017.1) Universitas Terbuka, melalui UPBJJ-UT Surabaya kembali melakukan rangkaian acara Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) dengan meluluskan 1780 mahasiswa berbagai jenjang dan program studi. Proses UPI merupakan serangkaian kegiatan yang diawali dengan kegiatan Seminar Pendidikan pada hari Rabu, 22 Maret 2017 dengan narasumber Drs. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur dan juga Dr. Agus Suprijono, M. Si. Wakil Dekan I FISH Universitas Negeri Surabaya dengan tema “Menanamkan Kesadaran Keberagaman dan Toleransi pada Generasi Emas Indonesia”. Pemilihan tema ini sangat tepat mengingat belakangan ini muncul fenomena terjadinya peningkatan eskalasi konflik horizontal di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2015 telah terjadi 190 peristiwa pelanggaran kebebasan bergama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 23 persen dari tahun sebelumnya, di mana jumlah peristiwa yang dilaporkan sebanyak 158 kasus (The Wahid Foundation). Dari sebuah kasus yang terjadi, kita dapat merasakan bahwa kebencian dan permusuhan itu telah semakin deras dan keras. Pilar-pilar pluralisme yang dibangun oleh Pendiri Negara ini semakin rapuh digerogoti oleh sebagian saudara kita yang intoleran, yang suka menebar benih kebencian dan permusuhan.

       Sementara itu, UPI diselenggarakan hari Kamis, 23 Maret 2017 di Airlangga Convention Centre di Kompleks Kampus C Unair, dan dihadiri oleh Rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, M. Sc. ES., Ph. D., Rektor Unair Prof. Dr. M. Nasih, S.E. Akt., Mk. CMA, dan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Unesa (mewakili Rektor Unesa), Prof. Dr. Rusjiono, M. Pd., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Saiful Rahman, M.M., M.Pd., dan Para Kepala Dinas Pendidikan/Kemenag Kab/Kota di wilayah kerja UPBJJ-UT Surabaya, serta para mitra kerja UT. Acara dimulai pukul 08.00 sampai selesai yang dihadiri peserta sebanyak : 1.780 mahasiswa, terdiri dari 2 (dua) orang lulusan program Pascasarjana, 9 (sembilan) orang lulusan program sarjana, 2 (dua) orang lulusan program Diploma, dan 1.767 orang lulusan program pendidikan dasar (PGSD & PGPAUD). Mereka berasal dari 18 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Di antara peserta UPI terdapat 9 (Sembilan) wisudawan yang memiliki prestasi membanggakan, yakni sebagai berikut.

Lulusan terbaik dari program Pascasarjana, atas nama Lilis Mariyatul Fitriyah dengan IPK 3,76 (Dengan Pujian),

Lulusan terbaik dari Progran Sarjana Non Pendidikan Dasar, atas nama Nur Hasinah dengan IPK 3,69 (Dengan Pujian);

Lulusan terbaik dari Prodi S1 PGSD, atas nama Nuning Puspitanigrum dengan IPK 4,00 (Dengan Pujian), Pujiati dengan IPK 3,93 (Dengan Pujian), dan Wahyuning Tirto Dewi dengan IPK 3,93 (Dengan Pujian);

Lulusan terbaik dari Prodi S1 PGPAUD, atas nama Mukhlisatun Muayanah dengan IPK 3,93 (Dengan Pujian), Luluk Niswatin dengan IPK 3,89 (Dengan Pujian), dan Syariful Umam dengan IPK 3,88 (Dengan Pujian).

       Dalam sambutannya, Rektor UT yang diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Keuangan, Administrasi Umum, Perencanaan, dan Kepegawaian (PR II), Dra. Dewi Artanti Padmo Putri, M.A., Ph. D. mengemukakan bahwa Indonesia terdiri atas ribuan pulau, suku, etnik, agama, dan latar belakang budaya serta ideologi. Semua bersatu-padu diikat oleh semangat “satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan”. Kalimat itu begitu meresap dalam hati sanubari kita sehingga kita bangga jadi bagian dari bangsa Indonesia. Begitu meresapnya kesadaran sebagi bangsa Indonesia, maka saat menyaksikan Sang Merah Putih berkibar, timbul rasa haru sehingga tanpa sadar mata berkaca-kaca. Namun, seiring dengan menguatnya demokrasi dan hak asasi manusia beberapa tahun kemarin ini, maka kebebebasan semakin terbuka. Bahkan, media sosial juga memberi ruang bagi kebebasan menyatakan pendapat. Saat ini, ketika hampir semua orang memiliki telepon genggam, maka hanya dengan sekali klik, informasi apa saja dengan mudah dan cepat bisa diakses tanpa diketahui siapa dan dari mana sumbernya. Berbagai aliran pendapat menyeruak ke masyarakat tanpa sempat mengecek kesahihannya. Sebagian isinya justru bertentangan secara diametral dengan semangat hak sasi manusia, bertentangan dengan kemajemukan dan keutuhan kita sebagai bangsa. Fenomena tersebut merupakan kelumpuhan logika kita ssebagai anak bangsa dalam merawat kemajemukan yang telah dirajut oleh para pendahulu kita.

       Ibarat pisau bermata dua, internet ataupun media sosial merupakan media massa ke-4 yang mampu memberikan banyak kemaslahatan bagi manusia. Bahkan harus diakui, banyak perubahan metode tata kehidupan yang di-Drive oleh Internet, mulai e-learning di bidang pendidikan sampai e-bussines di bidang Ekonomi. Pendek kata, internet telah menjadi drive of change bagi kehidupan masa kini. Namun demikian kita layak mewaspadai potensi munculnya dampak internet seprti kemudahan menyebarkan berbagai ungkapan kebencian (hate speech). Ungkapan fitnah yang begitu mudah menyebar berpotensi menjadi pemantik akselerasi konflik sosial yang lebih besar. Kalau sudah demikian maka pilar-pilar luralisme yang dibangun kokoh oleh para pendiri Negara ini akan semakin rapuh dimakan rayap-rayap intoleransi dan eksklusivisme .

Berita Terbaru

Pelatihan Jurnalistik
Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Bidikmisi di Kabupaten Jombang   Salah satu tugas dan tanggung jawab UPBJJ-UT Surabaya sebagai unit pelaksana teknis akademis Universitas Terbuka di daerah adalah memberikan layanan terbaik kepada mahasiswanya.  [ ... ]

Pelatihan KTI
Pelatihan KTI

Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Beasiswa CSR di Kabupaten Jombang   Unit Program  Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka (UPBJJ-UT)  Surabaya sebagai Pengelola Perguruan Tinggi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk [ ... ]

Pelatihan Kewirausahaan
Pelatihan Kewirausahaan

Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa di Kota Madiun   Pelatihan kewirausahaan mahasiswa adalah kegiatan ekstra kurikuler yang diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh materi kewirausahaan, dan menerapkan seg [ ... ]

Peduli Lingkungan
Peduli Lingkungan

Penanaman 1000 Pohon: Wujud Nyata Kepedulian Mahasiswa di Tuban dalam Merayakan Dies Natalis ke-33 Universitas Terbuka   Dalam rangka rangkaian acara perayaan dies natalis ke-33 Universitas Terbuka (UT), UPBJJ-UT Surabaya, melalui Pokjar Pusa [ ... ]

Pelatihan Jurnalistik
Pelatihan Jurnalistik

Kegiatan Pembinaan Mahasiswa: Pelatihan Jurnalistik di Kabupaten Sampang    Mahasiswa Universitas Terbuka pokjar kabupaten Sampang, berkreasi mengembangkan diri mengikuti program  khusus Pelatihan Jurnalistik. Didaftarkan seratus ora [ ... ]

Dies Natalis ke-33 UT
Dies Natalis ke-33 UT

Dies Natalis ke-33 Universitas Terbuka: Meraih Prestasi Puncak di Usia ”Tiga Tiga”   Tanggal 4 September 2017 genap sudah usia UT yang ke-33. Demikian pula halnya UPBJJ-UT Surabaya telah genap berusia 33 tahun. Sebuah perjalanan hidup yan [ ... ]

Seminar Antisipasi Radikalisme
Seminar Antisipasi Radikalisme

Kegiatan Pembinaan Mahasiswa “Seminar Antisipasi Terhadap Radikalisme”   Rabu, 23 Agustus  2017 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, UPBJJ-UT Surabaya menggelar kegiatan pembinaan kemahasiswaaan dalam bentuk “Semi [ ... ]

Pengumuman

UNDANGAN WISUDA KE UT PUSAT 2017

UNDANGAN MENGIKUTI WISUDA DI UT PUSAT   Para Wisudawan yang Berbahagia.  [ ... ]

UPACARA PENYERAHAN IJASAH 2017/2018.1

"PENGUMUMAN"
Upacara Penyerahan Ijazah (UPI)
Sehubungan dengan telah terbitnya  [ ... ]

ORIENTASI STUDI MAHASISWA BARU (OSMB) MAHASISWA FK...

ORIENTASI STUDI MAHASISWA BARU (OSMB) MAHASISWA FKIP PGSD/PGPAUD 2017.2
Ori [ ... ]

Jadwal Pelaksanaan Ujian SUO 2017.2

Jadwal Pelaksanaan Ujian SUO NonPendas dan Pendas 2017.2
SUO adalah salah sat [ ... ]

DAFTAR NAMA PESERTA YUDISIUM PERIODE III TAHUN 201...
DAFTAR NAMA PESERTA YUDISIUM PERIODE III TAHUN 2017 UNIVERSITAS TERBUKA

DAFTAR NAMA PESERTA YUDISIUM PERIODE III TAHUN 2017 UNIVERSITAS TERBUKA   [ ... ]

Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Mahasiswa FE...
Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Mahasiswa FE, FHISIP, FMIPA, FKIP Non-PGSD/PGPAUD 2017/2018.1

Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Mahasiswa FE, FHISIP, FMIPA, FKIP Non-PGS [ ... ]

Penjaringan Tap NP 2017/18.1

DAFTAR NAMA MAHASISWA FEKON, FMIPA, FISIP, FKIP Non PGSD/PGPAUD
YANG TERJARING  [ ... ]

 

 33th-ut 

laman kit

laman tutor

lmn mahasiswa

lmn pokjar

Follow Us : facebook  twitter  feed  google